Senin, 31 Juli 2017
Jumat, 23 Juni 2017
TONDO MAOS : Nama Untuk Masa Depan
Nama yang diberikan orang tua kita, baik diterima atau tidak, memiliki makna yang diharapkan mampu terealisasikan dalam kehidupan kita. Orang tua memberikan nama sangat berhati-hati karena menyangkut harapan dan/atau cita-cita. Dipercaya atau tidak bahwa nama, dalam hal khusus kehidupan masyarakat Jawa, merupakan beban yang diharapkan orang tua mampu dipikul oleh sang anak.
![]() |
| Penyerahan Bantuan Tiga Unit Komputer dari Perpuseru Indonesia |
Kata TONDO merupakan bagian dari bahasa Jawa yang jika di-Bahasa Indonesia-kan ialah "tanda". Dalam terjemahan kamus besar Bahasa Indonesia memiliki makna :
1. yang menjadi alamat atau yang menyatakan sesuatu
2. gejala
3. bukti
4. pengenal; lambang
5. penunjuk
Berdasar hal tersebut dalam penerapannya terhadap keberadaan perpustakaan desa ini yang menitikberatkan pada aktivitas, kegiatan, kerja, aktif maka perpustakaan ini mampu memberikan sesuatu bukti terhadap apa yang telah dilakukan.
Kata MAOS juga merupakan bagian dari bahasa Jawa yang menurut kami bilas di-Bahasa Indonesia-kan berarti "MEMBACA" bukan "Baca". Maos merupakan kegiatan aktif bukan pasif. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia "membaca" diartikan sebagai berikut :
1. melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati)
2. mengeja atau melafalkan apa yang tertulis
3. mengucapkan
4. mengetahui, meramalkan
5. memperhitungkan; memahami
Apa yang pokok dalam hal uraian di atas dari kata membaca yang kami ambil sebagai harapan yaitu proses peningkatan pengetahuan dan pemahaman para pemustaka. Bahwa seseorang menjadi tahu, paham itu berdasar dia itu melihat baik itu ke bacaan yang berupa buku atau pengalaman keseharian maupun menjelajah dunia maya.
Hidup tanpa kebersamaan akan terasa makan hati pisang. weh la dalah membuat perumpamaan kok miskin sekali. Maka dalam pandangan pengelola, penggagas nama "tondo maos" diharapkan ialah pemustaka memperoleh pengetahuan dan paham tentang pengetahuan tersebut. Sehingga dia memberikan bukti pembeda dengan yang lainnya.
Bila dikaitkan dalam kehidupan nyata pribadi yang telah melalui proses tersebut secara emosional dia lebih bijak menyikapi masalah, secara materi ia diharapkan lebih kreatif dalam mengelola materinya, secara kekuatan ia merupakan pribadi yang mampu menggalang komunitas demi kemajuan dan peningkatakan kualitas hidup di masyarakatnya.
Semoga dalam perkembangannya PERPUSDES TONDO MAOS mampu mewujudkan cita-citanya terutama dalam peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di Desa Tondowulan pada khususnya dan masyarakat Jombang pada umumnya. Insya Allah. (MbahUnt).
Selasa, 20 Juni 2017
Buka Bersama : Sosialisasikan Perpusdes Kepada Karang Taruna
![]() |
| Bpk Wijonarko sampaikan program desa |
Senin, 19 Juni 2017 bertempat di Perpusdes Tondo Maos, organisasi pemuda Karang Taruna Desa Tondowulan mengadakan acara berbuka bersama pihak Pemerintah Desa Tondowulan yang dihadiri oleh Bapak Wijonarko (Kepala Desa) berserta istri (Bu Yatini), perangkat Desa dan anggota dan pengurus Karang Taruna Desa Tondowulan. Kegiatan mulai pukul 17.00 hingga menjelang sholat tarawih.
![]() |
| Anggota Karang Taruna |
Dalam kesempatan ini, Bapak Wijonarko menyampaikan tentang kegiatan desa yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Kegiatan Sedekah Dusun Mambang dan Panasan yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2017 dan persiapan peringatan HUT Bangsa Indonesia bulan agustus nanti. Kepala Desa Tondowulan berpesan kapada para pemuda untuk dapatnya menyajikan kreatifitas yang baru apalagi untuk tahun ini kegiatan tersebut didukung dana yang memadai.
![]() |
| Kades menikmati menu buka bersama |
Setelah selesai sholat Maghrib kegiatan berlanjut dengan berbincang santai. Kesempatan ini digunakan oleh Saudara Sunarti, pengelola Perpusdes Tondo Maos, menyampaikan program-program yang ada di perpustakaan desa. Sunarti menyampaikan bahwa kegiatan perpusdes tidak hanya saja dalam hal pelayanan peminjaman dan baca buku. Tetapi juga menyangkut tentang teknologi dan informasi komunikasi yang berkaitan erat dengan jaringan internet. Perpusdes Tondo Maos telah memiliki fasilitas jaringan internet dan ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh pemuda karang taruna.
![]() |
| Peserta menikamati menu |
Selain itu Saudara Sunarti juga mengharapkan bahwa pemuda menjadi pioner dalam memunculkan IKM baru dan pengembangan IKM yang ada di Dusun Mambang pada khususnya dan Desa Tondowulan pada umumnya. Bahwa dalam program pemerintah yang mencanangkan one village one product dapat berkembang di Desa Tondowulan. Dalam hal ini Perpusdes Tondo Maos memberikan fasilitasi untuk berkembangnya IKM. Dan pemuda dapat menjadi pelopor dalam pemunculan dan pengembangan IKM di desa.
Selasa, 30 Mei 2017
Kepala Desa Salurkan Dana Sosial
Sabtu, 27 Mei
2017, bertempat di Balai Desa Tondowulan menyalurkan Dana Sosial dari Dana Bagi
Hasil BKAD Plandaan. Kegiatan yang berjalan dengan lancar ini diperuntukkan
kepada 80 (delapan puluh) pemanfaat rumah tangga miskin (kurang mampu) di Desa
Tondowulan. Kepala Desa Tondowulan (Bpk. Wijonarko) didampingi oleh Bu Kades
(Bu Yatini) menyerahkan Dansos yang dirupakan dalam bentuk kemasan sembako.
Kegiatan yang
merupakan peralihan dari program PNPM Mandiri, pada tahun ini menyalurkan 80
kemasan semabko yang berisi beras 3kg, gula pasir 2kg, minyak goreng 1kg, kecap
1 botol dan mie instan 2 bungkus dengan anggaran sebesar Rp. 6.500.000,- (enam
juta lima ratus ribu rupiah). Dalam penetapan calon penerima dansos Kepala Desa
memerintahkan kepada KPMD untuk berkoordinasi dengan kepala dusun, dan
mewanti-wanti agar penentuan penerima tidak menimbulkan masalah selanjutnya.
Dalam
sambutannya, Kepala Desa menyampaikan bahwa bingkisan yang kecil ini semoga
bermanfaat untuk meringankan beban sesaat. Kami tidak dapat membantu yang lebih
basar lagi pada tahun ini. Semoga tahun depan dapat lebih besar dan dengan
pemanfaat yang lebih banyak lagi. (mbahuntung)
Rabu, 19 April 2017
Seleksi Perangkat Desa Se-Kab. Jombang Selesaikan Tahap Tes Tulis dan Wawancara
Pelaksanaan pengisian perangkat desa serentak se-kabupaten Jombang yang dimulai tanggal 5 April 2017 sampai malam ini sudah sampai pada tahap wawancara kepala desa yang dilaksanakan di desa masing-masing pada hari Rabu, 19 April 2017.
![]() |
| Para peserta Tes Tulis di GOR Jombang |
![]() |
| Bapak Bupati Jombang Sampaikan pesan kepada semua pihak agar Seleksi Perangkat Desa Serentak sukses |
Pada kesempatan pembukaan tes tulis yang diadakan kemarin (Selasa, 18/4/2017) di GOR Jombang, Bapak Dr. Ec. H. Nyono Suharli Wihandoko, Bupati Jombang menyampaikan bahwa peserta pengisian perangkat serentak se kab. Jombang sebanyak 2.207 orang dan yang dibutuhkan sesuai lowongan hanyalah 642. Oleh karena itu hanya yang terbaik yang diterima. Beliau menyampaikan pesan bahwa peserta selainnya berusaha dengan belajar juga harus diiringi dengan do'a.
Selain itu, Bapak Bupati Jombang juga menyampaikan pesan kepada panitia seleksi agar berlaku jujur dan transparan. Dan sangat berharap bahwa soal ujian tidak terjadi kebocoran.
Hari ini, Rabu, 19/4/2017, Tim Seleksi Tingkat Desa Tondowulan mulai pukul 09.00 melaksanakan rentetan kegiatan wawancara kepala desa. Dalam sambutannya Kepala Desa Tondowulan, Bapak Wijonarko, menyampaikan kepada semua pihak agar menjaga ketertiban dan mematuhi tata tertib serta tidak ada yang membuat ketidaktentraman.
Desa Tondowulan pada tahun 2017 ini membutuhkan dua tambahan perangkat baru. Satu orang untuk jabatan Kepala Urusan Perencanaan dan satu jabatan untuk Kepala Dusun Mambang. Jabatan Kaur Perencanaan menerima pendaftar sebanyak tiga orang. Namun dalam tahap berikutnya yang mengikuti tes tulis dan wawancara hanya dua orang yaitu saudara Andik dan Son Feri Sulistiarso. Sementara untuk jabatan Kepala Dusun Mambang menerima dua pendaftar dan keduanya mengikuti proses sampai saat ini. Kedua peserta seleksi untuk jabatan Kepala Dusun Mambang yaitu saudara Nur Wahyudi dan Edy Mujiono.
![]() |
| Peserta Seleksi pose bersama Tim Seleksi dan Tiga Pilar |
![]() |
| Bapak Wijanarko sampai sambutan pada tahap Wawancara |
Pada pukul 10.45 kegiatan wawancara selesai dan bersamaan dengan itu Tim Seleksi Tingkat Desa mendapat kunjungan dari Muspika Plandaan yang terdiri atas Camat Plandaan, Koramil Plandaan dan Polsek Plandaan. Dalam pertemuannya, Ibu Wiwik Mardiyanti, Camat Plandaan, menanyakan tentang situasi kondisi selama proses wawancara. Harapan Bu Wiwik agar proses ini berjalan dengan sukses. (@mbahuntung).
Senin, 17 April 2017
Perpustakaan : Pilihan Tujuan dan Hiburan
Perpustakaan yang sudah mengalami perubahan dari tempat membaca buku, koleksi buku menyebar sebagai pelayanan informasi teknologi dan komunikasi. Dalam perpustakaan dapat menperoleh apapun sumber berita atau ilmu dengan daring. Sesuai dengan kebutuhan, hoby, pemustaka. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola perpustakaan, pustakawan, agar tujuan utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat (pemustaka) lebih baik.
![]() |
| Keseimbangan antara tujuan perpustakaan dan hiburan pemustaka? |
Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sangat mungkin sudah banyak mengalami tekanan hidup. Emosi, perasaan baik dalam kehidupan rumah tangga, lingkungan kerja, lingkungan sekolah, lingkungan sekitarnya memberikan andil besar dalam tekanan batin, stres. Maka penyeimbang emosi sangat dibutuhkan. Bagi masyarakat terutama yang dekat dengan perpustakaan, utamanya perpustakaan yang ikut dalam program perpuseru, menjadi pilihan sederhana untuk mencari hiburan, penyeimbang emosional.
Apakah hal ini suatu kesalahan pengelola perpustakaan apabila membiarkan pengunjung, pemustaka, ingin memperoleh hiburan? Suatu kondisi yang mestinya mendapat tanggapan bijak dari pustakawan. Dalam hal ini Perpusdes Tondo Maos dengan mempertimbangkan sosial budaya masyarakat Desa Tondowulan mengambil jalan membiarkan hal ini terjadi. Bukan tanpa alasan bahwa saat ini pemustaka sangat sepi. Maka pembiaran awal adalah salah satu pilihan untuk menarik minat pemustaka meramaikan perpustakaan.
Kedua, bahwa pemustaka dalam kehadirannya pun tidak melulu mencari hiburan melalui youtube umpamanya. Bahwa pemustaka sekarang tidak hanya datang sebagai pembaca buku, tetapi sebagai penyimak (menonton dan mendengarkan) yang dibutuhkannya. Pemustaka lebih senang mencari sumber ilmu dengan cara menyimak daripada membaca. Dan salah satu sumber itu dapat diperoleh dari youtube.
Bagaimana dengan tujuan perpustakaan? Menjadi kewajiban pustakawan nantinya, dalam situasi yang tepat, untuk mengarahkan kembali tujuan keberadaan perpustakaan. Perpustakaan memberikan fasilitas untuk menambah ilmu pengetahuan. Setidaknya memulai langkah dengan mengurangi keseringannya dalam mencari hiburan. Bisa jadi mengarahkan ke hiburan yang menambah ilmunya, kebutuhannya. Mengarahkan pada kepentingan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Semoga berhasil baik!!! (@mbahuntung).
#membacadenganilmu
#daringdenganseimbang
#membacadenganilmu
#daringdenganseimbang
Langganan:
Postingan (Atom)















